Metaverse Group merupakan salah satu perusahaan real estat (jual beli aset) virtual pertama di dunia. Metaverse menjadi sangat populer di dunia digital selama beberapa bulan terakhir. Hal tersebut memuncak pada akhir bulan Oktober setelah perusahaan Facebook mengganti namanya menjadi "Meta".

Dengan demikian, Metaverse Sandbox merupakan salah satu ruang digital membangun aset. Harga metaverse seperti MANA Decentraland dan SAND The Sandbox melonjak. Sementara itu, dikutip dari , The Sandbox adalah anak perusahaan dari game blockchain yang berbasis di Hong Kong dan unicorn NFT Merk Animoca.

Platform ini dibangun atas blockchain Ethereum yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi di dunia virtual menggunakan token non fungible (NFT). Sandbox mengumumkan, telah menyelesaikan putaran investasi Seri B senilai US$93 juta yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2 the dana investasi pertama dalam aset kripto. Sandbox bermaksud menggunakan modal baru untuk merekrut lebih banyak talenta teknik untuk meningkatkan skala platformnya.

Dengan cara menghadirkan lebih banyak merek, selebritas, memperluas pemasarannya ke audiens, serta menutupi biaya infrastruktur. Adapun investor yang bergabung yaitu, Animoca Brands, True Global Ventures, Liberty City Ventures, Galaxy Interactive serta perusahaan investasi alternatif yang berbasis di Hong Kong Sun Hung Kai & Co. Dikutip dari harga harga aset kripto berbasis metaverse melonjak tinggi.

CEO Triv Gabriel Rey menjelaskan, kenaikan token metaverse didorong oleh hype pengumuman dari penggantian nama facebbok. Namun, pengembangan metaverse milik Meta tidak langsung akan membuat prospek token token tersebut menjadi prospektif ke depannya. Menurutnya, apabila investor ingin berinvestasi jangka panjang pada token metaverse, harus memperhatikan beberapa hal.

Salah satu faktor terpenting yaitu keberadaan pengguna aktif pada metaverse tersebut, karena pertumbuhan teknologi atau persaingan pada dunia metaverse sangat bergantung pada jumlah penggunanya. Sementara dari sisi risiko, Gabriel mengingatkan untuk para pengembang aset kripto metaverse ini belum punya kompetitor besar. Oleh karena itu, ia merekomendasikan investor harus selektif jika ingin masuk ke aset kripto berbasis metaverse.

Dilansir The Sandbox merupakan dunia virtual berbasis blockchain didirikan pada tahun 2011. Pada platform ini, pemain dapat membuat NFT, menampilkan NFT mereka di tanah mereka, menjelajahi tanah yang berbeda dengan avatar mereka serta berinteraksi dengan pemain dan merek lain. Bersamaan dengan kebangkitan game blockchain dan NFT, The Sandbox telah mengalami pertumbuhan pesat tahun ini dan memiliki lebih dari 500.000 pengguna.

Yaitu memiliki 166.464 bidang tanah dan 12.000 pemilik tanah virtual yang unik, dengan pemilik profil tinggi termasuk pertukaran cryptocurrency Binance, surat kabar Hong Kong South China Morning Post dan si kembar Winklevoss. The Sandbox juga telah bermitra dengan lebih dari 165 merek, termasuk Snoop Dogg, The Walking Dead, The Smurfs, Care Bears, dan Atari, untuk membuat versi voxel dari dunia dan karakter mereka di The Sandbox. Platform ini telah menghasilkan US$144 juta dalam lifetime gross merchandise value (GMV), menurut rilis media.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.