Dalam menjalankan sebuah bisnis, termasuk usaha kuliner, pasti akan ada biaya yang keluar. Misalnya saja, ketika kamu membeli aplikasi kasir android untuk mendukung bisnismu agar lebih mudah dalam memantau setiap transaksi. Uang yang kamu keluarkan untuk membeli aplikasi tersebut termasuk ke dalam biaya dalam bisnis.

Ketika berbicara tentang biaya dalam bisnis, pasti kamu sering mendengar biaya operasional dan juga biaya produksi. Namun, apa sih perbedaan keduanya? Cari tahu, yuk!

Biaya Operasional

Biaya operasional dapat diartikan sebagai seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendanai seluruh aktivitas perusahaan, demi tercapainya tujuan perusahaan. Bisa dikatakan, seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan termasuk ke dalam biaya operasional. Dan biaya ini merupakan biaya wajib, di mana tidak ada satu pun usaha yang tidak memiliki biaya operasional. Bahkan, usaha dalam skala kecil sekali pun.

Beberapa contoh biaya operasional yaitu:

  • Biaya utilitas. Seperti biaya listrik, air, gas, telepon, dan juga internet.
  • Biaya upah. Seperti gaji bulanan, bayaran freelance maupun magang, THR, dan juga bonus (jika ada).
  • Biaya pemasaran. Seperti transportasi bagian penjualan saat memasarkan produk, iklan baik online maupun offline, dan biaya lainnya yang dikeluarkan dalam tujuan memasarkan produk.

Mencatat biaya operasional dalam menjalankan usaha sangatlah penting. Sebab, biaya ini harus dapat selalu terkontrol agar tidak membebani keuangan perusahaan. Tanpa adanya pencatatan data yang valid, maka kamu sebagai pemilik usaha akan lebih sulit memantau, apakah biaya operasional yang dikeluarkan sudah melebihi batas atau tidak?

Biaya Produksi

Biaya produksi juga adalah biaya yang dikeluarkan oleh sebuah usaha saat menjalankan aktivitasnya, tetapi hanya yang berkaitan dengan produksi barang. Di luar dari itu, maka biaya ini tidak termasuk ke dalam biaya produksi. Seringkali, biaya produksi akan dijadikan dasar bagi pelaku usaha dalam menentukan harga pokok penjualannya, agar tidak mengalami kerugian.

Contoh dari biaya produksi adalah:

  • Biaya bahan baku. Termasuk di dalamnya biaya dari harga bahan baku itu sendiri, biaya transportasi untuk pembelian maupun pengiriman bahan baku, biaya penyimpanan, hingga biaya pemrosesan bahan baku tersebut.
  • Biaya tenaga kerja. Upah dari seluruh pekerja yang terlibat dalam proses produksi suatu barang. Baik pekerja tetap maupun freelance.
  • Biaya overhead. Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan produksi, tetapi tetap harus diperhitungkan. Contoh biaya overhead adalah biaya asuransi, biaya sewa gedung, biaya depresiasi peralatan.

Nah, sudah tahu kan perbedaan antara keduanya? Kedua biaya ini bisa dikatakan sebagai biaya wajib yang pasti akan dikeluarkan oleh sebuah usaha. Untuk kamu yang berniat membuka sebuah usaha, pastikan untuk memaksimalkan efisiensi dari biaya ini agar tidak membebani aliran keuangan usahamu.

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *