Mohamed Salah menjadi salah satu aktor dalam kemenangan Liverpool atas Newcastle United dalam pekan ke 17 Liga Inggris pada (17/12/2021). Pertandingan yang di gelar di Anfield itu, berakhir dengan skor 3 1 untuk Liverpool, Mohamed Salah sebagai juru gedor sukses menyumbangkan satu gol pada menit 25'. Tambahan satu golnya sukses membawa nama Salah bertengger di puncak top skor Liga Inggris dengan torehan 15 gol, 6 gol lebih banyak dari Jamie Vardy dan Diogo Jota yang berada tepat di bawahnya. Fantastis!

"Saya tak meragukan sama sekali permainan Mo Salah, dia berhasil menciptakan gol dan assist dalam 15 pertandingan beruntun, dia fantastis," Puji Klopp dilansir BBC. Ya, seperti kata Klopp di atas, penampilanMohamed Salahselalu melejit dari musim ke musim, ia tak ada habisnya! Sejak didatangkanLiverpooldari AS Roma pada 2017 silam, Salah menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia.

Di musim pertamanya bersamaLiverpool(2017/2018), pemain asal Mesir itu langsung tampil bertaji dengan mencetak 32 gol diLiga InggrisuntukThe Reds. Salah pun berhasil membawa pulang gelar Sepatu Emas atas torehan golnya tersebut. Sekaligus memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musimLiga Inggris, melewati torehan Cristiano Ronaldo, Luis Suarez dan Alan Shearer.

Orang orang pun dibuatnya tercengang, sekaligus meragukan konsistensi Salah untukLiverpooldi musim selanjutnya. Keraguan itu wajar, memang Salah tidak terlalu bersinar saat membela AS Roma dan Fiorentina di Liga Italia. Apalagi jika menengok karier Salah bersama Chelsea, ia dipinggirkan Mourinho, dan tak masuk rencana pelatih asal Portugal tersebut. Sangat tidak meyakinkan.

Tetapi, Salah mampu menjawab keraguan tersebut lewat kualitasnya. Naluri mencetak gol Salah tak mati. Di musim selanjutnya, (2018/2019) Salah kembali mampu menjadi top skorerLiga Inggrisdengan torehan 22 gol bersama Sadio Mane dan striker Arsenal, Pierre Emerick Aubameyang. Dari situ, kualitasnya pun diakui, Salah masuk dalam jajaran striker elit Eropa yang namanya mendunia.

Bahkan, ketenaran Salah mampu memberi dampak pada cara pandang orang tentang agama islam. Selebrasi sujud Salah setiap kali mencetak gol ramai dibicarakan. Pemain berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa cara itu dilakukannya sebagai ungkapan terima kasihnya pada Tuhan.

Apa yang dilakukannya di atas lapangan takkan berarti apa apa tanpa izin dari Tuhan. Berkat ketenaran dan selebrasi positif yang dilakukan Salah, sebuah riset World Economic Forum mengungkapkan bahwa Islamophobia yang lama berbelit di Inggris, termasuk di daerah Merseyside Liverpool mulai menurun intensitasnya. Semakin banyak gol dan selebrasi sujud yang dilakukan Salah, semakin banyak pula ia memberi dampak positif.

Ya, kegemilangan Mo Salah sampai berdampak pada hal sesenstif itu, dan selebrasi sujud tersebut selalu ia lakukan kembali di musim musim selanjutnya sampai sekarang. Di musim 2019/2020 dan 2020/2021, Salah sukses menciptakan 19 dan 22 gol untukLiverpool, sekaligus memberi gelar Liga Champions danLiga Inggrisuntuk tim yang bermarkas di Anfield tersebut. Dan di musim ini, penampilannya lebih gila lagi, ia sukses menciptakan 13 gol hanya dari 14 penampilan bersama The Reds.

Sebelumnya, Salah juga mengukir rekor sebagai pemain sayap tercepat yang berhasil mencetak 100 gol diLiga Inggris. Pemain berambut keriting tersebut berhasil mencetak 100 gol hanya dalam 162 laga. Mengalahkan torehan dari seorang Cristiano Ronaldo. "Rekor Mo Salah benar benar gila. Dia masih lapar dan saya benar benar tidak tahu berapa banyak rekor yang masih bisa dia pecahkan lagi," pujiJurgen Kloppdilansir Skysports.

"Sejak dia bergabung dengan kami, dia telah menjadi pemain yang sempurna. Dia pemain kelas atas,” lanjutnya. Mohamed Salah pun masuk dalam urutan ke tujuh dalam daftar pemain terbaik dunia (Ballon d'Or) yang di rilis pada (30/12/2021). Kunci salah mampu mencetak gelontoran gol untukLiverpooladalah sistem yang diterapkanJurgen Kloppdan kemampuan finishing nya.

Klopp mengandalkan dua penyerang sayapnya untuk mencetak gol, yaitu Mohamed salah dan Sadio Mane. Mereka berdua, tak fokus untuk memberi umpan ataupun merepotkan pertahanan lawan dari sisi sayap. Lebih dari itu, Salah dan Mane lebih banyak menusuk ke dalam kotak penalti lawan, agresivitas serangan dari tepi lapangan banyak didukung oleh duafull backLiverpool, Andrew Robertson dan Trent Alexander Arnold.

Itulah alasan mengapa seorang Salah dan Mane mampu menjadi penyerang sayap yang produktif untuk mencetak gol. Hingga pernah menyabet gelar top skor secara bersamaan di musim 2018/2019 dengan torehan 22 gol. Catatanassistdua full back Liverpooljuga mentereng, khususnya Arnold, Di musim 2019/2020, ia berhasil mengukir rekor sebagai pemain belakang dengan jumlahassistterbanyak dalam satu musim dengan torehan 13 assist dari 36 pertandingan.

Selain itu, salah satu alasan paling mencolok kenapa Mo Salah rajin mencetak gol adalah pada kemampuan finishing nya. Dilansir FBref, Dari 17 pekan berjalannya Liga Inggris, Salah hanya mencatatkan 7.5 xG untuk 15 gol yang sudah ia ciptakan. Itu menunjukkan bahwa Salah tak terlalu membutuhkan peluang besar untuk mencetak gol, ia mampu mencatatkan namanya di papan skor dengan peluang seminimum mungkin.

Apalagi ditambah dengan kemampuan dribel dan kecepatannya, itu menguntungkan Salah untuk menciptakan peluangnya sendiri dan tak bergantung pada peran rekan rekannya. 15 gol: Mohamed Salah (Liverpool) Gol: Jamie Vardy (Leicester)

Gol: Diogo Jota (Liverpool) Gol: Sadio Mane (Liverpool), Raphinha (Leeds United), Mason Mount (Chelsea), Bernardo Silva (Man City) Gol: Cristiano Ronaldo (Man United), Callum Wilson (Newcastle), Michail Antonio (West Ham), Son (Tottenham)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.