Rehabilitasi narkoba sangat penting bagi individu yang kecanduan narkoba. Kombinasi terapi dan detoks medis membantu pasien berhenti menggunakan zat terlarang dan belajar bagaimana menjalani kehidupan yang sadar. Berita buruknya adalah beberapa pasien mungkin merasa jumlah program rehabilitasi narkoba yang tersedia sangat banyak. Kabar baiknya adalah ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia sehingga setiap pasien dapat menemukan program yang memenuhi kebutuhannya.

Bagaimana Mengenal Sakau?

Sakau adalah alias putus obat adalah gejala tubuh yang terjadi karena penghentian penggunaan obat secara tiba-tiba, atau karena penurunan dosis obat secara drastis sekaligus.

Gejala emosional yang akan dialami oleh orang Sakau sebagi berikut:

  • Khawatir
  • Grogi
  • Gampang marah
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Depresi
  • Isolasi mandiri

Gejala fisik yang akan dialami orang sakau sebagi berikut:

  • berkeringat
  • Detak jantung
  • Detak jantung keras
  • Otot-otot tegang
  • Dada terasa sesak
  • Sulit bernafas
  • Getaran
  • Mual, muntah, atau diare

Jenis Ketergantungan yang Diobati di Rehabilitasi

Makna kata rehabiltiasi adalah pemulihan, oleh karena itu rehabilitasi narkoba sangat penting untuk membantu penyalahguna mendapatkan kesempatan kedua. Panti atau tempat rehab narkoba, memiliki program rehabilitasi narkoba yang sudah tersertifikasi dan wajib kamu pahami segala jenis programnya. Rehabilitasi narkoba sendiri merupakan tindakan dalam rangka memulihkan nama baik seseorang, berdasarkan Undang-undang Presiden Republik Indonesia berhak memberikan grasi dan rehabilitasi.

Beberapa pusat rehabilitasi narkoba melayani jenis kecanduan tertentu. Sebaliknya, kebanyakan rehab akan menyediakan program perawatan yang berbicara tentang masalah medis dan psikologis setiap pasien, tidak peduli obat apa yang disalahgunakan.

Kecanduan paling umum yang dicari pengobatannya meliputi:

  • Alkoholisme
  • Kecanduan heroin
  • Ketergantungan kokain
  • Kecanduan ganja
  • Kecanduan sabu-sabu
  • Obat pereda nyeri resep
  • Kecanduan poli-narkoba
  • Gangguan Diagnosis Ganda

Sementara masing-masing bentuk kecanduan ini memiliki perbedaan, pusat rehabilitasi narkoba terbaik berfokus pada elemen universal kecanduan. Pendekatan ini mengarah pada tingkat keberhasilan yang lebih besar bagi pasien.

Perbedaan Antara Penyalahgunaan dan Ketergantungan

Kecanduan narkoba didefinisikan sebagai penyakit kronis yang ditandai dengan pencarian dan penggunaan narkoba yang kompulsif, atau sulit dikendalikan, meskipun konsekuensinya berbahaya. Mungkin untuk secara fisik bergantung pada obat tanpa kecanduan zat tersebut. Namun, ketika kecanduan menjadi masalah, konsekuensi negatif yang dialami selama penyalahgunaan narkoba menjadi luar biasa, yang membuat pasien tidak mungkin berfungsi dalam hubungan dengan orang lain, di tempat kerja, di sekolah atau di masyarakat.

Berbagai Jenis Program Perawatan

Dua jenis rehabilitasi narkoba yang paling mendasar adalah program perawatan rawat jalan dan residensial. Keduanya dapat menjadi pilihan yang efektif berdasarkan kebutuhan dan pengalaman masing-masing pasien. Rehabilitasi narkoba residensial memberikan individu waktu jauh dari godaan dan gangguan yang datang dengan kehidupan sehari-hari.

Rehabilitasi obat rawat jalan memberi pasien jadwal yang lebih longgar. Bentuk perawatan ini memungkinkan pasien untuk tetap menggunakan sistem pendukung mereka di rumah dan mempertahankan kehadiran yang terbatas di tempat kerja atau sekolah. Kedua pilihan tersebut menawarkan kepada pasien berbagai pilihan terapi dan konseling yang berbeda dengan tujuan mempertahankan pantangan dan pemulihan jangka panjang.

Untuk lebih jelasnya silahkan anda kunjungi pusat rehabilitasi gratis di Jakarta, Pusat rehabilitasi Bogor dengan layanan dan  fasilitas premium, dan pusat rehabilitasi Depok dengan program terpercaya dan bersertifikat atau jika anda ingin mencari pusat rehabilitasi di Bekasi Kunjungi saja Ashefa. Anda akan dipandu untuk sembuh.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.