Teroris Jamaah Islamiah (JI) berinisial EK yang ditangkap di Sumatera Selatan (Sumsel), dikenal sebagai anggota divisi dakwah di sebuah Yayasan Bina Qolbu Palembang. Adapun yayasan tersebut diduga terafiliasi dengan JI. EK, kata Aswin, juga dikenal sebagai peserta pelatihan beladiri di Adira Cakrawala.

Tempat itu merupakan pusat pelatihan dan pendidikan bela diri yang diduga terafiliasi dengan JI. Aswin menuturkan EK melakukan pelatihan beladiri bersama dengan tiga orang teroris JI Sumsel yang telah tertangkap oleh penyidik Densus 88. "EK juga menjadi peserta didik Adira," jelas Aswin.

Selain itu, kata Aswin, EK diduga turut terlibat di dalam pembahasan peleburan struktur JI. Adapun pembahasan ini dipimpin oleh seorang berinisial MA di Palembang pada Juni 2020 lalu. "Pada Juni 2020, EK ikut membahas peleburan struktur darurat JI dalam kegiatan turbah di sebuah SDIT di Palembang yang dipimpin oleh MA," bebernya.

Selanjutnya, Aswin menerangkan EK diduga bersama rekannya berinisial AF alias B sempat menyembunyikan teroris JI yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Diketahui ikut mengamankan target S alias H alias D alias A alias M yang sudah tertangkap saat dititipkan 1 malam oleh A di Rumah Tahfidz Qur’an Belida," tukasnya. Sebagai informasi, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap empat tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiah (JI) di daerah Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (13/12/2021).

Adapun identitas keempat tersangka adalah AIR, A, EK dan FAS. Mereka ditangkap di tempat terpisah di Lubuklinggau dan Palembang, Sumatera Selatan. Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar menyampaikan keempat tersangka memiliki peran berbeda beda. Namun, kata dia, mayoritas pelaku berperan menyembunyikan buronan teroris JI.

Selain itu, kata Aswin, sebagian tersangka lain diduga berperan menggalang dana untuk pelarian buronan teroris JI. "Ada juga yang aktif di fund raising, galang dana untuk para pelarian tersebut," tukasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.